“Tu Y Yo A 3MSC” [You And Me 3 Meters Above The Sky] – Movie Review

Image

Seperti apa rasanya berada di 3 meter di atas langit? Mungkin harus naik pesawat atau balon udara untuk menuju kesana? Mungkin juga saya harus bertanya kepada H (baca:Hache) dan Babi,dua tokoh utama film “Tres Metros Sobre El Cielo” [a/n: Tiga Meter Di Atas Langit] seperti apa rasanya.

Baru saja saya selesai nonton film berbahasa Spanyol yang katanya hit banget di tahun 2010, “Tres Metros Sobre El Cielo” [a/n: Tiga Meter Di Atas Langit]. Film ini diangkat dari buku yang berjudul sama karangan Federico Moccia. Film ini ber-genre teenage romance dan sebagai penggemar genre ini, tentu saja saya dengan senang hati menontonnya.

Cerita film ini berpusat di dua tokoh utama, H (baca:Hache) dan Babi. Dua orang remaja yang memiliki karakter  yang sangat bertolak belakang. Babi, seorang gadis remaja berasal dari keluarga kalangan menengah atas di Barcelona, bersekolah di sekolah swasta khusus wanita dan mempunyai ibu yang keras dan H adalah remaja berandal, berasal dari keluarga broken home, pembalap motor liar dan suka bertindak semaunya sendiri. Dua orang yang berasal dari bumi dan langit itu saling membenci satu sama lain pada awalnya, namun akhirnya mereka saling jatuh cinta. Seperti kisah cinta di film teenage romance pada umumnya, perjalanan cinta H dan Babi sangat manis dan berliku mulai dari mereka berkenalan lalu jadian.Sejak berpacaran dengan H, Babi,seorang murid teladan di sekolah mulai melanggar peraturan sekolah dengan membolos dan membuat tato inisial “H”;sesuatu yang tidak pernah mungkin dilakukan seorang Babi sebelumnya. Tetapi, sejak berpacaran dengan H, kehidupan Babi yang membosankan menjadi lebih berwarna. Sedangkan bagi H, Babi adalah orang yang bisa menyentuh hatinya dan perlahan-lahan dia mulai berubah menjadi lebih baik. H menjadi sosok yang lebih lembut dan pengertian.

Seperti tipikal film remaja, alur cerita sangat mudah ditebak. Cowok ganteng rebellious ketemu dengan cewek baik-baik dan jatuh cinta. Sebagai tambahan,faktor sensualitas khas Spanyol sangatlah dominan di film ini. Adegan percintaan disorot dengan vulgar seperti tipikal film Eropa lainnya.

Yang membuat film ini menarik menurut saya adalah karakter dua tokoh utamanya, H (diperankan oleh Mario Casas) dan Babi (diperankan oleh Maria Valverde). Karakter dua tokoh utama ini sangat kompleks dan menarik. Tidak seperti karakter standar teenage romance story pada umumnya, karakter mereka terkesan lebih kuat dan berani. Selain karakter utamanya, dialognya juga bagus. Nampaknya si scriptwriter telah sukses menerjemahkan apa yang ditulis Federico Moccia dibukunya ke dalam skenario film.

Pengambilan angle gambar yang menarik yang seolah-olah membuat gambarnya terlihat glossy dan indah, alur cerita yang cepat dan tidak bertele-tele serta aktor/aktris-nya yang sangat eye candy itu membuat film ini populer di kalangan remaja dan pemerhati film genre ini (seperti saya hehehe…).  Menurut google, di Spanyol dan di negara-negara amerika latin yang berbahasa Spanyol, film ini sangatlah nge-hit dan sukses. Dan tagline film ini ”Tu Y Yo A 3MSC” [a/n: Aku Dan Kamu Tiga Meter Di Atas Langit] sangat populer sampai sekarang.

About SassyChicks

An ordinary girl who lives in Jakarta and a certified dreamer. A bookworm,a movie freak, a TV series stalker and a music listener. Loves coffee, fashion and make up. Who am I? that's one secret I'll never tell.You know you love me.. XOXO

Posted on April 22, 2013, in movie, review and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: